Menarik perhatian HRD melalui sebuah CV adalah sebuah skill yang penting kamu miliki saat ini, jika kamu memang belum kerja.
Terlihat sulit, namun faktanya cara menulis CV yang menarik perhatian HRD ini sangatlah mudah. HRD tidak hanya melihat desain CV kamu bagus atau tidak, melainkan lebih banyak melihat isi CV dan apa yang kamu tawarkan untuk perusahaannya.
Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika menulis CV supaya HRD tertarik pada CV kamu. Semua penjelasannya sudah saya tuliskan di artikel ini. Dan semua itu saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi.
Cara Menulis CV yang Menarik Perhatian HRD
Jika kamu ingin CV kamu dilirik oleh HRD dan sedikit lebih mungkin untuk bisa diterima kerja, coba kamu ikuti beberapa cara berikut:
1. Pahami Tujuan CV Kamu
Pertama-tama, kamu perlu paham dulu apa sih tujuan dari CV yang kamu buat. CV adalah alat untuk mempromosikan diri kamu ke perusahaan.
Jadi, pastikan isinya menggambarkan kemampuan dan pengalaman kamu yang relevan dengan posisi yang kamu lamar.
2. Gunakan Format yang Tepat
HRD biasanya hanya butuh beberapa detik untuk melihat CV kamu, jadi pastikan formatnya mudah dibaca. Gunakan format yang bersih dan profesional. Ini beberapa tipsnya:
- Header: Masukkan nama, alamat email, nomor telepon, dan LinkedIn (jika ada).
- Summary: Buat ringkasan singkat tentang diri kamu, sekitar 2-3 kalimat.
- Pengalaman Kerja: Cantumkan pengalaman kerja yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Mulai dari yang terbaru.
- Pendidikan: Tulis pendidikan terakhir kamu dengan jelas.
- Skills: List kemampuan yang relevan dengan pekerjaan.
3. Buat Summary yang Menarik
Summary atau ringkasan adalah bagian yang pertama kali dibaca HRD. Gunakan kalimat yang kuat dan singkat untuk menjelaskan siapa kamu dan apa yang kamu tawarkan. Misalnya, "Marketing professional dengan pengalaman 5 tahun di industri FMCG, ahli dalam strategi digital dan analisis data."
4. Fokus pada Pengalaman yang Relevan
HRD ingin tahu apa yang bisa kamu lakukan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Jangan cuma tulis job description, tapi highlight juga pencapaian kamu. Misalnya, "Meningkatkan penjualan sebesar 20% dalam 6 bulan dengan strategi pemasaran digital."
5. Jangan Lupakan Pendidikan
Pendidikan juga penting, terutama jika kamu fresh graduate. Tulis institusi pendidikan, jurusan, dan tahun lulus kamu. Jika kamu punya prestasi atau mengikuti program studi yang relevan, masukkan juga!
6. Sertakan Skills yang Relevan
Skills adalah bagian penting yang sering dilihat HRD. Buat daftar skills yang sesuai dengan job description. Misalnya, jika kamu melamar sebagai desainer grafis, tulis kemampuan dalam software desain seperti Adobe Photoshop dan Illustrator.
7. Perhatikan Tata Bahasa dan Ejaan
CV dengan banyak kesalahan ejaan atau tata bahasa bisa langsung diabaikan oleh HRD. Pastikan kamu mengecek ulang CV kamu atau minta bantuan teman untuk proofread.
8. Gunakan Kata Kunci yang Relevan
Banyak perusahaan menggunakan software ATS (Applicant Tracking System) untuk menyaring CV. Gunakan kata kunci yang relevan dengan posisi yang kamu lamar agar CV kamu lolos seleksi awal. Kata kunci bisa kamu temukan di job description.
9. Tambahkan Portfolio (Jika Perlu)
Untuk beberapa posisi, seperti desainer atau penulis, portfolio sangat penting. Sertakan link ke portfolio kamu agar HRD bisa melihat hasil kerja kamu langsung.
10. Tetap Jujur
Jangan pernah memalsukan informasi di CV. Selain tidak etis, ini bisa berakibat fatal jika ketahuan. HRD biasanya akan melakukan pengecekan latar belakang.
Kesalahan Pelamar Ketika Membuat CV
Ada beberapa hal yang harus kamu hindari ketika membuat CV yang bahkan hal ini bisa membuat HRD ilfeel bahkan malas untuk menerima kamu.
Berikut daftar kesalahannya:
1. Informasi yang Tidak Relevan
Banyak pelamar yang memasukkan semua pengalaman kerja mereka, meskipun tidak relevan dengan posisi yang dilamar. Ini bisa bikin CV kamu jadi terlalu panjang dan tidak fokus. Fokuslah hanya pada pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang kamu inginkan.
2. Format yang Tidak Konsisten
Format CV yang tidak konsisten bisa membuat HRD bingung dan malas membaca. Pastikan kamu menggunakan format yang rapi dan profesional. Gunakan font yang sama, ukuran yang pas, dan pastikan setiap bagian terlihat jelas.
3. Mengabaikan Kata Kunci
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak perusahaan menggunakan software ATS untuk menyaring CV. Jika kamu tidak menggunakan kata kunci yang sesuai dengan job description, CV kamu bisa saja tidak lolos seleksi awal.
4. Kesalahan Tata Bahasa dan Ejaan
CV dengan kesalahan tata bahasa dan ejaan bisa memberikan kesan bahwa kamu tidak teliti. Selalu periksa kembali CV kamu atau minta bantuan teman untuk memeriksanya. Kesalahan kecil bisa berakibat besar!
5. Tidak Menyertakan Data Kuantitatif
Banyak pelamar hanya menulis deskripsi pekerjaan tanpa menyertakan pencapaian kuantitatif. Data kuantitatif seperti “meningkatkan penjualan sebesar 20%” atau “mengelola tim beranggotakan 10 orang” bisa memberikan kesan yang lebih kuat tentang kontribusi kamu.
6. Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek
CV yang terlalu panjang bisa membuat HRD bosan, sementara CV yang terlalu pendek bisa membuat kamu terlihat kurang berpengalaman. Idealnya, CV sebaiknya 1-2 halaman, tergantung pada pengalaman kamu.
7. Menggunakan Foto yang Tidak Profesional
Jika kamu memutuskan untuk menyertakan foto, pastikan fotonya profesional. Hindari foto selfie atau foto dengan latar belakang yang tidak pantas. Foto yang profesional bisa memberikan kesan pertama yang baik.
8. Menyertakan Informasi Pribadi yang Tidak Perlu
Tidak perlu menyertakan informasi pribadi seperti agama, status pernikahan, atau nomor KTP. Fokuslah pada informasi yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar.
9. Tidak Memperbarui CV
Sering kali pelamar lupa memperbarui CV mereka. Setiap kali kamu mendapatkan pengalaman baru atau keterampilan baru, pastikan kamu memperbarui CV kamu. CV yang selalu diperbarui akan lebih relevan dan menarik bagi HRD.
10. Mengabaikan Cover Letter
Meskipun artikel ini fokus pada CV, jangan lupa pentingnya cover letter. Cover letter memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut tentang diri kamu dan alasan kamu melamar posisi tersebut. Jangan anggap remeh cover letter!
Kesimpulan
Membuat CV yang menarik perhatian HRD memang memerlukan usaha, tapi dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa meningkatkan peluang kamu untuk dipanggil wawancara.
Ingat, CV yang baik adalah yang bisa mencerminkan diri kamu dengan jelas dan profesional. Jadi, luangkan waktu untuk membuat CV yang benar-benar representatif.