Contohnya, kamu bisa membagi keahlian menjadi “Keahlian Teknis”, “Keahlian Manajemen”, dan “Keahlian Komunikasi”. Ini akan membuat CV kamu terlihat lebih terstruktur dan mudah dibaca.
3. Gunakan Kata Kunci yang Tepat
Banyak perusahaan menggunakan sistem pelacakan pelamar (ATS) untuk menyaring CV. Agar CV kamu bisa lolos dari penyaringan ini, pastikan kamu menggunakan kata kunci yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan. Kata kunci ini biasanya bisa kamu temukan dalam iklan lowongan kerja.
4. Sertakan Contoh Konkrit
Menonjolkan keahlian saja tidak cukup. Kamu juga perlu menyertakan contoh konkret yang menunjukkan bagaimana kamu menggunakan keahlian tersebut.